16 July 2011 mungkin merupakan hari yang mungkin merupakan hari yang tidak ingin saya lalui. Setelah semalaman tidur di musholla Stasiun Gambir dengan suka cita mendonorkan darah saya kepada gerombolan nyamuk yang bermarkas disana, pada hari itu juga saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana proses penyembelihan ayam potong yang disertai penyuntikan air ke tubuh ayam tersebut
. Kenapa saya bilang bahwa saya tidak ingin melewati hari itu? karena ayam adalah makanan favorit saya
.
Prosesnya pun mudah. Tinggal isi suntik kemudian suntikkan pada bagian ayam potong tersebut. Bagian yang biasanya disuntikkan adalah bagian dada, paha, dan punggung ayam. Selain merupakan penipuan, cara tersebut juga bisa menimbulkan banyak penyakit bagi yang memakannya karena air yang disuntikkan pada ayam tersebut bukanlah air bersih karena bercampur dengan darah ayam tersebut (saya lihat sendiri loh). Walaupun pada akhirnya ayam tersebut di proses lebih lanjut, akan tetapi kuman yang terkandung pada air yang disuntikkan tidak semuanya mati.
ciri-ciri ayam suntik:
- Kulit ayam terlihat mengkilap, tidak kesat.
- Ayam terlihat basah, dengan genangan air di sekitarnya seolah habis dicuci.
- Saat ditekan daging ayam terasa agak kencang, tidak lembek.
- Bila diangkat, dijungkirkan cukup banyak tetesan air yang turun.
- Berat ayam terlihat tidak wajar, ayam kecil tetapi bertanya di atas rata-rata.
- Saat dimasak akan menyusut banyak dan mengeluarkan banyak air.
oleh karena itu saya sarankan untuk berhati-hati bagi para pembeli ayam potong. periksalah dengan hati-hati agar Anda tidak tertipu oleh para penjual seperti ini walaupun hampir seluruh penjual ayam potong melakukan hal ini. Hampir semua loh, bukan semua karena saya yakin masih ada orang yang jujur di negeri ini.
untuk lebih aman-tidak benar-benar aman- sebaiknya anda membeli ayam hidup lalu sembelih sendiri. hahaha.



